Senin, 04 November 2024 23:00 WIB
BLORA (wartablora.com)—Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blora (KPUD Blora) hanya menggelar 2 kali debat dalam pemilihan bupati dan wakilnya di wilayah kabupaten tersebut. Debat pertama pada pekan pertama November 2024, dengan fokus bahasan ekonomi daerah diselenggarakan di Gedung Larasati Blora, Senin, 4 November 2024. Debat ini mengambil tema: membangun ekonomi yang berkualitas untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Blora. Menghadirkan 5 panelis berlatar ilmu-ilmu sosial dari negeri dan swasta universitas yang ada di Semarang dan Solo, debat dimulai jam satu siang dan disiarkan lewat streaming.
Lima panelis ini antara lain: Teguh Yuwono, Dekan Fisipol Undip Semarang; Umar Ma'ruf, Wakil Rektor Unisula Semarang; Sukoharjo Waluyo dari Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang; Johadi, dosen ekonomi UNS, dan Galang Taufani, dosen hukum UMS. Dari kelimanya, Umar Ma'ruf masih punya darah Blora. Sementara Sukoharjo Waluyo fasih sejarah Jipang.
Dua paslon yang ikut dalam pilihan bupati ini datang dari juara bertahan dan penantang. Kali ini juara bertahannya, Arief Rohman sebagai petahana, dan penantangnya, Abu Nafi yang dikenal sebagai mantan pejabat politik yang datang dari birokrasi pemerintahan. Ia mantan pejabat eselon Pemkab Blora, juga mantan Wakil Bupati Blora 2010-2015. Orang-orang binaannya di pemerintahan hingga saat ini, diyakini masih ada meski tak sekuat dulu.
Paslon satunya termasuk lebih muda, tidak kurang 20 tahun selisih usianya dari penantang. Arief Rohman, dikenal bupati sekarang yang mengambil cuti. Ia dilantik menggantikan pendahulunya, Djoko Nugroho pada 26 Februari 2021. Pada pekan keempat September 2024 ia mengajukan cuti untuk mengikuti proses kampanye pilbup.
Kedua cabup sempat berdebat panas ketika pertanyaan yang muncul menyinggung Bandara Ngloram dan manajemen birokrasi.
Bandara Ngloram disingung oleh panelis dalam daftar pertanyaan. Merasa ada peluang meringsek rivalnya, Abu Nafi melempar kata mangkrak.
Sejak diresmikan akhir 2021, Bandara Ngloram hanya beberapa kali mengoperasikan penerbangan komersial. Harga tiket pesawat yang jangkauannya mahal untuk ukuran umumnya orang Blora menjadikan penerbangan sepi dan maskapai lama-lama bisa merugi. Di sisi lain Blora belum menyiapkan diri agar menjadikan tempat-tempatnya sebagai destinasi wisata dan bisnis.
"Ke depan kita bikinkan agenda-agenda wisata yang kita bisa kerja samakan dengan orang-orang Blora di luar, seperti Mas Anas," jawab Arief ke Abu Nafi dengan merujuk nama orang Blora yang kerap bikin acara-acara konser musik di kota-kota besar.
Selesai soal Ngloram, panelis menyinggung soal birokrasi. Kesempatan dimanfaatkan cabup berusia 66 tahun untuk menumpangi.
"Yang menilai (birokrasi menpersulit dan lamban) bukan saya lho ya. Yang jelas saya akan memberikan pelayanan yang terbaik," ujar Abu Nafi sembari melempar janji.
Arief yang dipepet menamggapinya dengan cukup tenang. Sebagaimana umumnya juara bertahan, ia akan menyodorkam capaian kerjanya selama tiga setengah tahun.
"Penghargaan untuk kinerja pemerintah daerah terinovatif kami dapatkan dari pemerintah pusat," katanya.
Meski berdebat soal-soal lapangan, kedua paslon sepakat dengan perlunya investasi dan penguatan sektor UMKM untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah.
Selengkapnya debat bisa diikuti di sini.