Imbauan Kominfo Blora di Pilpres

Jaga persatuan Indonesia

Foto: Gatot Aribowo

Kepala bidang informasi dan komunikasi publik di Dinas komunikasi dan informasi Kabupaten Blora, Ignatius Ary Soesanto, S.Sos, M.Si.

Selasa, 05 Februari 2019 19:47 WIB

BLORA (wartablora.com)—Dinas komunikasi dan informatika Kabupaten Blora melalui Kepala bidang informasi dan komunikasi publik, Ignatius Ary Soesanto, S.Sos, M.Si mengeluarkan imbauannya terkait pemilihan presiden yang semakin panas. Imbauan itu berupa larangan untuk bertengkar, apalagi sampai memecah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019), Ignatius menyatakan jika pihaknya tak pernah berhenti melakukan upaya untuk mencegah pertengkaran terkait pilihan presiden. Selain upaya pencegahan penyebaran berita-berita palsu (hoax) di media-media daring (dalam jaringan/online), pihaknya juga melakukan upaya luring (luar jaringan/offline) dengan memberikan sosialisasi-sosialisasi di masyarakat.

"Upaya terus kami lakukan (pencegahan penyebaran berita palsu). Karena pemicu pertengkaran biasanya terjadi setelah menerima informasi-informasi yang tidak benar, lalu saling bertengkar. Kalau misalkan berdebat, ndak apa-apalah, tapi jangan sampai bertengkar," tandasnya.

Diakuinya jika penyebaran informasi sering terjadi di kubu masing-masin calon presiden lantaran sebagian besar pemilih masih menggunakan emosionalnya, dan jarang menggunakan pikiran rasionalnya.

"Di sosialisasi secara langsung kami mengingatkan, tidak ada untungnya bertengkar dalam pilihan presiden. Toh memilihnya juga tidak mempengaruhi langsung perubahan. Ini yang kami di mana-mana sosialisasikan, baik di gelar seni budaya maupun di kegiatan langsung di masyarakat lainnya," paparnya.

Tak sekedar itu, sosialisasi pencegahan hoax menjelang coblosan yang memicu pertengkaran terkait beda pilihan, dikatakan Ignatius juga telah melibatkan jaringan-jaringan informasi yang terhubung dengan Kominfo Blora.

"Kami memiliki kelompok, juga komunitas, seperti kelompok informasi masyarakat (KIM), juga forum komunikasi media tradisional (FK Metra), yang kami fungsikan juga untuk pencegahan berita-berita menyesatkan terkait Pilpres," sebutnya. (*)