KPU awasi ketat pelipatan kertas surat suara Pilpres

Foto: Gatot Aribowo

Muhammad Hamdun, Ketua KPUD Kabupaten Blora turut mengawasi pelipatan kertas surat suara Pilpres di gudang penyimpanan, Rabu (13/2/2019).

Rabu, 13 Februari 2019 20:10 WIB

BLORA (wartablora.com)—Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Blora mengawasi secara ketat pelipatan kertas surat suara pemilihan presiden. Pengawasan secara ketat ini untuk menghindari penyalah-gunaan kesempatan dari 50-an pekerja pelipat suara yang dipekerjakan selama 3 hari sejak Selasa (12/2/2019).

Kertas surat suara pemilihan presiden ini sudah tiba sejak pekan lalu, Rabu, 6 Februari 2019. Oleh KPUD Kabupaten Blora, pelipatan menunggu instruksi dari KPU Provinsi Jawa Tengah.

Ada sejumlah 721 ribu lebih kertas surat suara yang diperuntukkan warga pemilih di Kabupaten Blora. Jumlah ini dikatakan Ketua KPUD Kabupaten Blora Muhammad Hamdun lebih banyak dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang tercatat.

"Jadi memang di aturannya kita lebihkan 2 persen dari jumlah DPT sebagai cadangan," kata Hamdun yang ditemui saat mengawasi pelipatan kertas surat suara di gudang penyimpanan di sebelah utara Kantor KPUD Kabupaten Blora berjarak 20-an meter, Rabu (13/2/2019). Gudang ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian selama 24 jam dalam sehari.

Jumlah DPT di Kabupaten Blora sendiri tercatat 706.940 pemilih.

Pekerja sejumlah 50-an orang ini diambilkan dari daerah sekitar kantor KPUD Kabupaten Blora. Untuk masuk ke area wilayah pelipatan, pekerja yang mendapat upah harian di atas standar tersebut di-steril-kan terlebih dulu.

"Jadi saat masuk ke area pelipatan untuk bekerja, mereka tidak boleh bawa alat tulis, tidak boleh bawa telepon genggam dan perangkat teknologi komunikasi lainnya. Saat pulang bubaran bekerja melipat juga dilakukan pemeriksaan, jangan sampai kecolongan ada yang dibawa pulang untuk disalah-gunakan. Jadi benar-benar steril."

 Pelipatan kertas surat suara ini direncanakan selesai dalam 3 hari.

"Kami usahakan, besok (Kamis, 14/2/2019) selesai," katanya.

Dalam pelipatan kertas surat suara tersebut bukan tidak mungkin ditemukan kertas surat suara yang rusak. Di hari pertama pelipatan, KPUD Kabupaten Blora menemukan sekitar 79 kertas surat suara yang rusak.

"Kertas surat suara yang rusak ini kita laporkan ke pusat, dan akan diganti. Sedangkan yang rusak ini kita simpan, untuk nantinya akan ada waktu untuk pemusnahan," imbuhnya. (*)