Menyapa warga Blora, Prabowo membawa Paradoks Indonesia

Foto: Gatot Aribowo

Calon presiden RI, Prabowo Subianto berpidato dalam kampanyenya di Blora sambil menunjukkan buku Paradoks Indonesia.

Kamis, 14 Februari 2019 16:08 WIB

BLORA (wartablora.com)—Ada yang menarik dalam kampanye calon presiden RI, Prabowo Subianto di Blora, Kamis (14/2/2019). Dalam kampanyenya yang mengambil tema Prabowo menyapa warga Blora, calon presiden nomor urut 2 tersebut mambawa buku yang ditulisnya, berjudul besar Pradoks Indonesia, dengan judul di atasnya Pandangan Strategis Prabowo Subianto, dan judul kecil di bawah judul besar: negara kaya raya, tetapi masih banyak rakyat hidup miskin.

Dicetak dengan kertas tebal seukuran lebar kertas folio A4, Paradoks Indonesia lebih berisi tentang pandangan-pandangannya tentang kondisi aktual yang ada di Indonesia, selain juga mengetengahkan bahasa pidatonya.

"Silakan diperbanyak buku ini, dan disebarkan ke pelosok-pelosok desa," serunya kepada seribuan lebih pendukungnya yang memenuhi gedung Graha Larasati, Blora.

Buku yang ia tulis dan diterbitkan Koperasi Garudayaksa Nusantarakoperasi yang ia prakarsai—merupakan buku yang menjadi alat kampanyenya.

Molor 1,5 jam, pertunjukkan seni bela diri batal, dan menyindir wartawan

Kampanye rapat umum dan tatap muka ini sedianya dijadwalkan mulai jam 10 pagi. Namun akhirnya molor hingga 11.30 jelang tengah hari. Belum penuhnya ruangan gedung yang berkapasitas seribu-an kursi yang disediakan menjadikan kedatangan Prabowo ditunda. Hingga jam 10, ruangan gedung baru terisi separo lebih dari kursi yang tersedia.

Kedatangan Prabowo menggunakan helikopter dari Magelang, mendarat di lapangan Kridosono. Tepat pukul 11.15, Prabowo datang menggunakan kendaraan roda empat didampingi mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Kedatangan Prabowo langsung diserbu pendukungnya yang ingin menyalaminya. Rencana pertunjukkan seni bela diri perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah pun batal, kendati sebelumnya mereka telah bersiap membentuk pagar betis. Para pendukung terus mengerubuti dari belakang ke depan menuju podium.

Tepat pukul 11.35 Prabowo baru memulai pidato kampanyenya. Disapanya ketua tim pemenangan yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blora, Yulianto, disusul sapaan kepada masing-masing ketua partai politik pengusung yang ada di Kabupaten Blora. Ia pun menyapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Blora yang hadir, juga menyapa Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora yang tidak hadir. Saat hendak terlupa menyapa kaum perempuan, ibu-ibu yang mendapat sebutan emak-emak pun protes.

Sesaat kemudian usai menyapa emak-emak, ia pun menyindir para kuli tinta yang ia klaim telah banyak yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik karena berafiliasi dengan partai politik yang mengusung calon presiden Jokowi.

"Ya wartawan tergantung medianya," kata dia saat diprovokasi untuk menyapa wartawan yang hadir dalam peliputan.

Usai menyapa per kelompok pendukungnya, ia pun mulai membawakan materi pidato kampanye. Seperti biasa, Prabowo berpidato dengan nada suara yang berat dan berapi-api ketika menyinggung tata kelola negara yang dilakukan pemerintahan selama ini. Tak ada yang baru dalam pidatonya: masih seputar kebocoran anggaran, kekayaan negara yang dinikmati segelintir penduduk dan terbawa ke luar negeri, juga tata kelola negara yang ia klaim tak dilakukan secara benar.

Pidato Prabowo berlangsung sekitar 45 menit terpotong azan. Tepat pukul 12.10 ia pun mengakhiri pidatonya dengan sebelumnya mendorong para pendukungnya untuk bergerak memenangkan pemilihan presiden kali ini.

Usai dari kampanye di Blora, ia pun terbang ke Purwodadi untuk berkampanye di sana. (*)