Audiensi Lidah Tani, Aminudin gunakan kesempatan

Foto: Gatot Aribowo

Abdulah Aminudin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora (berbaju putih) yang menerima audiensi Lidah Tani, Rabu (6/2/2019).

Rabu, 06 Februari 2019 14:23 WIB

BLORA (wartablora.com)—Banyak cara yang dilakukan para kandidat anggota DPRD Kabupaten Blora untuk mengumpulkan suara, apalagi bagi mereka yang petahana. Seperti misal, Abdulah Aminudin, calon legislatif DPRD Kabupaten Blora dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dimajukan dari dapil 3, meliputi wilayah Kecamatan Randublatung, Jati, dan Menden.

Di kesempatan menerima para petani yang terhimpun dalam organisasi massa petani Lidah Tani di DPRD Blora, Rabu (6/2/2019)—baca beritanya di sini—Amin menggunakannya untuk menghimpun suara mereka. Kebetulan Amin adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora yang diberikan kesempatan Ketua DPRD mengambil porsi lebih banyak memfasilitasi audiensi Lidah Tani dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora.

Usai menyelesaikan 'konflik' antara Lidah Tani dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Amin pun meminta waktu belasan petani yang datang untuk berdiam sejenak, diajak rapat di ruang yang sama saat audiensi.

Tanda-tanda meminta dukungan ke Lidah Tani memang sudah tampak sejak awal audiensi. Ia datang lebih awal dan membuka audiensi sebelum semenit kemudian Ketua DPRD Bambang Susilo tiba. Ia juga mengumumkan jika dirinya maju di daerah pemilihan 3 saat menyalami audiens satu-satu.

Di rapat tertutup tersebut, ia menegaskan permintaan dukungan 300-an anggota Lidah Tani di ranting Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, berikut anggota keluarganya.

Namun, Ketua Lidah Tani Lukito usai pertemuan tersebut kepada wartablora.com menegaskan jika hingga saat ini Lidah Tani belum memberikan dukungan kepada salah satu caleg maupun berafiliasi dengan salah satu partai.

"Kami tegaskan di sini, biar tidak jadi kesalah-pahaman di publik, bahwa kami, Lidah Tani hingga saat ini belum menyatakan dukungan ke caleg manapun," ujarnya.

Lukito menyatakan jika porsi Aminudin dalam audiensi bukanlah calon legislatif melainkan wakil rakyat yang ditunjuk menempati kursi wakil ketua.

"Jadi ia menerima kami bukan sebagai pribadi tapi sebagai Wakil Ketua DPRD. Kalaupun sesudah itu ia menggunakan kesempatan untuk menarik dukungan kami, itu sah-sah saja. Tapi sekali lagi kami tegaskan jika kami belum memberikan dukungan," tandasnya.

Kendati demikian, organisasi Lidah Tani tidaklah bersikap apolitis dalam menentukan pilihan politiknya. Justu organisasi massa tersebut dijadikan bargaining untuk tujuan yang lebih besar dan jangka panjang.

"Terkait dukungan, semua anggota akan menjalankan putusan organisasi sesuai keputusan rapat pimpinan cabang bersama pimpinan ranting yg tersebar di 4 kecamatan. Dan siapa yang akan kita dukung pasti ada syarat-syarat yang kita tetapkan bersama, yang syarat tersebut mengabdi kepada kepentingan petani pada umumnya, dan anggota Lidah Tani khususnya," terang Lukito. (*)