Perangi politik uang, Bawaslu manfaatkan ibu-ibu

Foto: Gatot Aribowo

Kantor kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora menyelenggarakan pendidikan politik untuk organisasi-organisasi kewanitaan di Kabupaten Blora, khususnya di Kecamatan Blora, Sekasa (5/3/2019).

Selasa, 05 Maret 2019 14:00 WIB

BLORA (wartaPEMILU)—Upaya untuk mencegah adanya tindak pelanggaran pemilu, utamanya praktik suap politik uang terus dikerjakan Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora. Saat menyampaikan materi pendidikan politik untuk organisasi-organisasi kewanitaan di Kabupaten Blora, Selasa (5/3/2019), Ketua Bawaslu Kabupaten Blora Lulus Mariyonan mengajak ibu-ibu untuk dapat melaporkan adanya potensi terjadinya praktik politik uang.

"Kami berharap dari ibu-ibu ini ada peran aktif dalam melaporkan potensi adanya pelanggaran," katanya di hadapan berbagai organisasi kewanitaan yang ikut dalam pendidikan politik yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora, Selasa.

Berbagai organisasi kewanitaan yang dimintai peran aktifnya tersebut antara lain: Bhayangkari Polsek Blora, Persit ranting Koramil Blora, PKK Kecamatan Blora, Muslimat NU Cabang Blora, Aisyiyah Kabupaten Blora, PWKI (Persatuan Wanita Kristen Indonesia) Kabupaten Blora, Wanita Katolik Kabupaten Blora, Wanita Magabudhi Kabupaten Blora, Wanita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Blora, dan Wanita Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Kabupaten Blora.

"Ada 3 hal pelanggaran yang menjadi fokus kami, selain pelanggaran-pelanggaran lainnya," urai Lulus di hadapan puluhan ibu-ibu tersebut.

"Antara lain: pelanggaran politik uang, pelanggaran kampanye penyebaran hoax, dan kampanye yang menyebarkan kebencian atas nama sara."

Untuk politik uang, kata Lulus kepada ibu-ibu tersebut, ada sebagian yang tidak ingin diberantas, ada pula sebagian yang mendukung pemberantasan praktik suap terhadap pemegang hak suara tersebut.

"Silakan ibu-ibu laporkan kepada kami. Bisa datang ke kantor kami," kata Lulus sambil menyebutkan letak kantornya, "atau bisa hubungi di nomor-nomor kontak kami."

Pendidikan politik yang mengambil materi Perempuan di Pemilu 2019: Problema dan Keunggulan, selain mengetengahkan pemateri Bawaslu Kabupaten Blora dan KPUD Kabupaten Blora, juga menghadirkan pemateri dari dosen fakultas ilmu sosial dan politik universitas 17 Agustus Semarang. (*)